“Visi Sangat Penting saat Ekonomi Bergejolak - KOMPAS.com”

Rabu, 28 Agustus 2013

“Visi Sangat Penting saat Ekonomi Bergejolak - KOMPAS.com”


Visi Sangat Penting saat Ekonomi Bergejolak - KOMPAS.com

Posted: 28 Aug 2013 12:42 AM PDT


JAKARTA, KOMPAS.com - Saat perekonomian nasional sedang mengalami gejolak seperti yang terjadi pada saat ini, hal terpenting yang dibutuhkan adalah visi.

"Saat ini ketika ekonomi sedang ada gejolak, visi itu sangat penting," kata Business Coach dan motivator Tommy Siawira dalam acara Annual Grand Million Dollar Round Table (MDRT) Mentoring Program 2013 di Jakarta, Rabu (28/7/2013).

Visi, kata Tommy, terkait dengan taktik dan strategi. Hal ini juga berlaku pada bisnis dan tentu saja sebuah negara untuk membawa "nasib"nya menuju ke arah yang dikehendaki.

"Kalau mau membuat bisnis Anda besar harus punya strategi. Kalau punya strategi, bisnis lima tahun ke depan sudah terlihat seperti apa. Ekonomi sedang bergejolak, makanya butuh visi untuk ke depan seperti apa," ujar Tommy.

Tommy mengambil contoh Korea Selatan (Korsel). Pada saat Lee Myung Bak terpilih sebagai presiden, ia memiliki visi yang disebut dengan 747. "Presiden Lee menentukan akan membawa Korsel dalam 7 tahun ke depan akan memiliki pendapatan per kapita paling tidak 40.000 dollar AS per tahun dan menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Faktanya hari ini Korsel jadi negara maju," ungkap Tommy.

Tommy pun menyebut Indonesia pada masa Orde Baru. Visi pemerintah pada masa itu jelas, lewat rencana pembangunan lima tahun. Hasilnya pun jelas, tahun 1984 berhasil wujudkan swasembada pangan. "Saat ini visi kita nggak jelas kapan waktu untuk mencapainya. Karena nggak jelas itu makanya sulit. You must have a vision, supaya jelas langkahnya mau kemana. Kalau ekonomi sedang bergejolak, tetaplah fokus pada visi," ujar Tommy.

Terkait pengelolaan uang dan usaha pada masa pelemahan rupiah ini, Tommy mengatakan Indonesia masih menunggu stimulus The Fed. "Kita masih tunggu The Fed. Kita lihat bulan September nanti seperti apa. Kalau stimulus The Fed tidak populis maka uang akan kembali. Orang akan memburu dollar. Perusahaan bayar utang juga pakai dollar. Kita lihat nanti seperti apa. Sebaiknya jangan khawatir," kata Tommy.

Bila dilihat dari fundamental, Tommy mengatakan kondisi Indonesia lebih baik. "Ekonomi kita maju walaupun defisit tapi sebenarnya kaya raya," tandas Tommy.

Editor : Erlangga Djumena

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.42  

0 komentar:

Poskan Komentar