“Uang Suap Rudi Untuk Ekspansi Bisnis Kernel”

Selasa, 20 Agustus 2013

“Uang Suap Rudi Untuk Ekspansi Bisnis Kernel”


Uang Suap Rudi Untuk Ekspansi Bisnis Kernel

Posted: 19 Aug 2013 11:47 PM PDT

Jakarta (Antara) - Uang suap untuk Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini ditujukan agar PT Kernel Oil Private Limited dapat melakukan ekspansi bisnis ke hulu migas.

"Pak Simon ingin ekspansi perusahaan Kernel Oil ke SKK Migas karena perusahaan tersebut belum pernah ikut tender di SKK Migas, selama ini PT Kernel selalu bergelut di bidang solar," kata pengacara komisaris PT Kernel Oil Simon Tanjaya Junimart Girsang di depan gedung KPK Jakarta, Selasa.

Junimart mengaku bahwa Simon sudah menyerahkan uang senilai total 700 ribu dolar AS untuk meloloskan PT Kernel ke bisnis hulu minyak.

"Pak Simon mengakui ada penyerahan uang sebanyak 2 kali dalam bentuk dolar AS, 300 ribu dolar AS sebelum lebaran dan 400 ribu dolar AS setelah lebaran," ungkap Junimart.

Uang tersebut diserahkan kepada pelatih golf Rudi, Deviardi alias Ardi atas pemintaan Ardi yang mengaku sebagai sekretaris SKK Migas.

"Ardi itu mengaku kepada Pak Simon sebagai sekretaris SKK Migas, pemberian uang semua melalui Ardi, harusnya ditanyakan ke Ardi mengapa dia bisa mengelabuhi Simon dan kenapa juga Pak Ardi mengaku sebagai sekretaris SKK Migas," tambah Junimart.

Namun Junimart menekankan bahwa Simon tidak tahu mengenai motor bermesin besar yang diberikan Ardi kepada Rudi.

Junimart juga menjelaskan bahwa PT Kernel Oil selama ini hanya berbisnis dalam penjualan solar.

"Mereka mau ekspansi ke SKK Migas karena selama ini mereka bergerak di bidang solar, kalau solar itu berhubungan ke Dirjen Migas, ke BPH Migas dan kepada Kementerian Perdagangan," ungkap Junimart.

Simon menurut Junimart di PT Kernel Oil menjabat sebagai komisaris dan pelaksana perusahaan berkuasa penuh untuk mendapatkan proyek di kementerian.

Simon juga mengaku belum pernah bertemu dengan Rudi sehingga hanya menyerahkan uang kepada Ardi.

"Simon mengatakan bahwa uang itu tidak tahu diserahkan ke siapa, hanya beliau mengetahui uang itu diserahkan melalui Pak Ardi nanti Pak Ardi yang akan mengatur pembagian kesana kemari jadi Pak Simon tidak tahu Pak Rudi, tidak tahu pejabat SKK Migas," ungkap Junimart.

Artinya menurut Junimar PT Kernel Oil belum pernah mengikuti tender minyak di SKK Migas sebelumnya.

"Belum pernah ikut tender, ini juga baru mau ikut, tetapi kalau untuk solar sudah pernah yaitu untuk trading solar, bukan tender tapi trading solar," jelas Junimart.

KPK mendapati sejumlah uang dalam penggeledahan di beberapa tempat terkait kasus ini misalnya uang 200 ribu dolar AS di ruangan Sekjen Kementerian ESDM pada Rabu (14/8) pascapenangkapan Rudi pada Selasa (13/8) malam dengan barang bukti senilai 400 ribu dolar AS. Selain Rudi, KPK juga menangkap Simont Tanjaya dan Deviardi.

Sedangkan dari rumah mantan Wamen ESDM itu di Jalan Brawijaya, KPK menyita uang senilai 127 ribu dolar Singapura, 90 ribu dolar AS dan motor berkapasitas mesin besar merek BMW.

Dalam pengembangannya KPK juga menemukan uang 350 ribu dolar AS di kotak penyimpanan milik Rudi di Bank Mandiri, 60 ribu dolar Singapura, 2 ribu dolar AS dan juga emas kepingan dengan nilai 180 gram dari brankas milik Rudi di kantornya di gedung SKK Migas.

Penyidik KPK juga mendapatkan uang 200 ribu dolar di rumah pelatih golf, Deviardi alias Ardi yang mengantarkan uang 400 ribu dolar AS kepada Rudi dari petinggi PT Kernel Oil Private Limited (KOPL) terkait kegiatan yang termasuk lingkup atau wewenang oleh SKK Migas.

Rudi Rubiandini dan Deviardi sebagai penerima suap disangkakan pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Pemberi suap, Simon Tanjaya, dari perusahaan Kernel Oil diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (tp)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 01.11  

0 komentar:

Poskan Komentar