“Suratinah, Cerita Sukses Usaha Boneka”

Jumat, 30 Agustus 2013

“Suratinah, Cerita Sukses Usaha Boneka”


Suratinah, Cerita Sukses Usaha Boneka

Posted: 30 Aug 2013 12:51 AM PDT

KOMPAS.com - Pengusaha boneka dari Magelang, Jawa Tengah ini pemenang Citi Micro-entrepreneurship Award (CMA) tahun 2007. Diberhentikan dari tempat bekerja mendorongnya untuk memulai usaha.Ditemui disela-sela peluncuran gelaran CMA 2013 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (28/8/2013) lalu, Bu Tin, demikian ia kerap disapa, berbagi cerita bagaimana awalnya ia memulai usaha boneka dan memberi kontribusi terhadap lingkungan sekitarnya. 

 

Bu Tin hanya lulus SD, dan bekerja serabutan. Pada tahun 1998, ia diberhentikan dari perusahaan. Sewaktu keluar dari pabrik, Bu Tin menganggur dua bulan. Karena pengeluaran tetap ada, mau tidak mau ia harus mendapatkan penghasilan.

 

Dengan modal yang dulu dikumpulkan dari pendapatannya, sebesar Rp 2,5 juta, dia memulai membuat boneka. Usaha kecil-kecilan ini menjadi harapan dan tumpuannya untuk menopang hidup. 

 

"Saya punya tanggungan anak yang mesti dikasih makan. Saya tidak mau dia seperti saya, dan mesti menjalani pendidikan tinggi. Karena itu saya memulai usaha sendiri," ujar ibu dua anak ini meyakinkan.

 

Saat memulai usaha, dirinya sempat terpikir apakah usahanya akan laku atau tidak. Meskipun demikian dia tetap menjalani. Kendalanya waktu itu modal dan memasarkannya. Bu Tin masuk keluar toko tanpa rasa malu. Motivasi utamanya adalah bagaimana bisa meneruskan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi. 

 

Sampai setahun lamanya, toko-toko yang ada di objek wisata yang ia kerap kunjungi tahu usaha boneka yang dia buat. "Awalnya selalu ditolak, namun saya bersikeras ketemu dengan pemilik toko," ujar Bu Tin bercerita.

 

Usaha keras itu menjadi pelajaran dan sekaligus membuahkan hasil. Usahanya kemudian mendapat tempat dan diminati. Dalam prosesnya, Bu Tin yang tahun ini berusia 40 tahun, melatih ibu-ibu yang ada di sekitar rumahnya membuat boneka. Ada sekitar delapan ibu yang ia rekrut untuk membuat pola, menjahit, serta membuatnya jadi boneka. Patokannya jangan sampai jelek dan mengecewakan. 

 

Dalam sehari, seorang ibu bisa membuat 100 boneka kecil atau 30 boneka berukuran besar. Bu Tin kemudian lebih fokus pada pemasaran terhadap boneka yang sudah dibuat ini. 

 

Usaha boneka yang ia lakoni ini sekarang telah memberikan hasil. Karena keseriusannya, saat ini per bulan Suratinah mendapat pemasukan antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta.

Editor :

Felicitas Harmandini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.09  

0 komentar:

Poskan Komentar