“Siti Aminah, Wanita Sukses dari Limbah Koran Bekas - Timlo Net”

Sabtu, 10 Agustus 2013

“Siti Aminah, Wanita Sukses dari Limbah Koran Bekas - Timlo Net”


Siti Aminah, Wanita Sukses dari Limbah Koran Bekas - Timlo Net

Posted: 09 Aug 2013 11:28 PM PDT

Achmad Khalik - Timlo.net

Sabtu, 10 Agustus 2013 | 13:26 WIB

dok.timlo.net/achmad khalik

dok.timlo.net/achmad khalik

Siti Aminah dan hasil karyanya yang terbuat dari limbah koran

Iklan Pose In

Solo – Tekad dan kreativitas menjadi modal utama Siti Aminah (40) dalam mengembangkan usaha kreasi koran bekas. Setelah beberapa kali dirinya mengalami kegagalan di dunia dunia usaha, wanita yang menyandang gelar sarjana komputer itu, kini menikmati keberhasilan.

Perempuan yang akrab disapa Siti itu memiliki jiwa wirausaha yang besar. Hal itu dibuktikan dengan mendirikan usaha yang terus ia tekuni sampai saat ini.

Pada awalnya, Siti memiliki usaha toko kelontong yang telah berhasil dia geluti selama delapan tahun. Namun, usaha yang dirintis sejak awal tersebut gulung tikar pada tahun 2009 yang lalu. Pasca bangkrut, Waktu setahun dijalaninya diantara kebimbangan dan keputus asaan.

Beruntung dia hobi membaca buku. Di saat yang terjepit itu, muncul ide untuk membuat sesuatu yang masih langka. Berbagai usaha pun digeluti. Awal mulanya dia membuat kerajinan dari kulit telur. Saat itu, rumahnya penuh dengan telur yang dipersiapkannya untuk menjadi bahan kerajinan.

"Tetapi pas saya lihat pameran di Yogya, dimana para pengrajin kulit telur begitu banyak dan sudah ahli, saya langsung membuang kulit telur yang saya kumpulkan dirumah," papar Siti, kemarin.

Setelah melewati masa-masa berat dan penuh tekanan, usaha daur ulang kertas koran akhirnya menjadi pilihan usahanya. Siti pun menjalani pelatihan handycraft untuk mengolah kertas koran menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai seni yang sukup lumayan.

"Kalau mau buka usaha yang sudah banyak seperti laundry ya susah naiknya. Tapi kalau bikin usaha yang masih jarang, pasti banyak yang mencari. Prinsip saya sendiri yakni selalu inovatif membikin usaha yang belum ada atau masih langka," terangnya.

Terhitung sejak tahun 2010, dia menekuni bisnis pengolahan limbah koran, sampai dengan 2013 ini dia sudah memperluas jaringan bisnisnya dengan membuat beberapa perusahaan. Selain Cipta Karya mandiri sebagai perusahaan daur ulang sampah koran menjadi karya kreatif, dia juga membuat perusahaan Cipta karya manunggal yang khusus pengolahan sampah, lembaga pelatihan hobi yang berorientasi non profit, dimana lembaga ini memberikan pelatihan handycraft dari sampah dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat, serta terakhir sebuah koperasi.

"Kami juga mengolah sampah perbankan, yakni sampah uang dari Bank Indonesia. Pokoknya modalnya nekad dan self confident," terang perempuan yang mempunyai alamat di Jalan Kelinci IV Kadipiro, Banjarsari itu.

         

Berita Terkait

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 01.32  

0 komentar:

Poskan Komentar