“Biar Lebih Hoki... Tahun Depan Anda Harus Punya Anak Lagi!”

Selasa, 27 Agustus 2013

“Biar Lebih Hoki... Tahun Depan Anda Harus Punya Anak Lagi!”


Biar Lebih Hoki... Tahun Depan Anda Harus Punya Anak Lagi!

Posted: 27 Aug 2013 01:21 AM PDT

Tanya:

Selamat siang Bapak Steven, semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat.

Nama saya Dewi. Saya lahir tengah malam pada 2 Desember 1971. Suami saya lahir pada
7 September 1956, sementara anak saya lahir 23 Agustus 2002 jam 10 malam. 

Atas semua data tersebut, saya mohon petunjuk dari Bapak untuk karir saya, khususnya
pekerjaan apa yang cocok untuk saya geluti? Apakah berbisnis minyak bumi dan membuka
lapangan futsal cocok untuk saya? Soal lainnya, posisi rumah dan usaha sebaiknya menghadap ke arah mana?

Perlu Bapak ketahui, bahwa beberapa tahun terakhir ini suami saya berulang kali ditipu orang
sehingga mengalami sakit psikis.

Terima kasih atas saran dan jawaban Bapak.

Salam!

Jawab:

Terima kasih atas email yang telah Anda kirimkan. Saya mohon maaf atas keterlambatan merespon jawaban karena kesibukan menyelesaikan tugas keseharian maupun tugas di lapangan.

Jujur saja, saya sangat terharu dan merasakan keprihatinan mendalam melihat kenyataan bahwa suami Ibu Dewi tertimpa masalah. Semoga Tuhan selalu melindungi Anda dan keluarga, serta diberikan jalan keluar terbaik agar masa depan terbuka lebar, situasi kehidupan dan ekonomi keluarga Anda segera teratasi dan pulih kembali.

Memang, baru-baru ini kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami masalah keterpurukan dengan kenaikan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Kenaikan harga Dolar telah mencapai harga Rp 11.000 per 1 Dolar AS. Muaranya, para pelaku sektor usaha tampaknya juga menjadi pesimistis, dan para pengimpor barang asal luar negeri menjadi dilematis, sekalipun kejadian tentang kenaikan harga Dolar AS terhadap Rupiah pernah terjadi sebelumnya.

Utang perusahaan lokal atau perusahaan dalam negeri akibat kenaikan harga Dolar AS menjadi bertambah. Rasanya, tentu pusing ketika beban hutang bertambah dari hari ke hari. Sepertinya, masalah bisnis atau usaha selalu saja ada kendala.

Tentu saja, bila ekonomi internal dalam suatu negara bermasalah, pertanyaan yang berada di dalam diri kita adalah, apakah setiap pengusaha lantas bermasalah?

Jawabannya adalah, tidak semua pengusaha terkena masalah. Setiap kehidupan mengandung kesempatan, dan dalam sebuah kesempatan mesti saja ada masalah terlebih dahulu untuk diklarifikasi atau diselesaikan. Oleh karena itu, setiap manusia ketika menghadapi masalah, entah penipuan ataupun masalah kekecewaan terhadap perihal yang merugikan dirinya
sendiri, hal itu hendaknya dijadikan pelajaran dan pengalaman berharga. Seburuk apapun, pengalaman adalah guru terbaik.

Lalu, apa yang kira-kira mesti dilakukan agar tidak lagi terbentur dengan perihal yang sama?

Jawaban paling sederhana adalah pengkajian dalam suatu bisnis terhadap faktor untung dan rugi. Cobalah ambil sebuah kertas dan buatlah sebuah analisa. Ketika analisa telah dilakukan,
cobalah untuk dirundingkan dengan beberapa orang yang sukses terhadap bidang tersebut.
Dari tanggapan dan argumentasi yang dilontarkan ini akan membuat seseorang menjadi lebih matang, sebab seorang pebisnis harus bisa mengambil kesimpulan dari beberapa sumber.

Penelitian membuktikan, bahwa pebisnis yang sukses selalu mengetahui celah mengambil keuntungan. Maka, Anda jangan putus asa, karena bicara seseorang yang sukses mesti ada orang lain yang lebih sukses. Sebaliknya, ketika seseorang mengatakan dirinya miskin, maka juga ada yang lebih parah daripada kehidupan diri sendiri. Semua ini butuh perenungan, sekaligus pengkajian lebih mendalam.

Analisa hoki

Ibu Dewi yang baik, bila dikaji dari kelahiran suami istri dan anak Anda, maka saya mendapatkan
data sebagai berikut:

1. Suami

Lahir pada 7 September 1956, suami Ibu tergolong ke dalam Shio Monyet dengan Elemen Langit
adalah Logam atau Emas, dan Elemen Bumi berupa Api. Unsur Yang atau sifat dominan untuk kecepatan langkah ke depan berada dalam dirinya.

Logam mencerminkan, bahwa di dalam dirinya mempunyai sifat kaku terhadap pemikiran yang telah diyakini sebelumnya. Bila keyakinan dalam pembelajarannya salah, maka akan timbul juga pemahaman yang salah.

Adapun sifat Api dalam Elemen Bumi berlawanan terhadap Emas yang dibawa oleh Elemen Langit.
Simbol Api di dalam dirinya dapat mengarahkan suami Anda menjadi seorang yang mudah percaya dan dibujuk ke arah menyesatkan. Maka, seharusnya semua perihal yang dilakukannya agar lebih berhati–hati dan harus dirundingkan terlebih dahulu.

Sebagai catatan, ketiga gabungan antara Unsur Yang, Elemen Langit dan Bumi dapat mencelakakan diri sendiri bila tidak mengetahui kelemahan di dalam diri sendiri. Untuk itulah, Ibu Dewi harus lebih sabar dalam menenangkan jiwanya.

2. Anda (Isteri)

Sebagai isteri, Ibu sendiri tergolong dalam Shio Babi, Elemen Langit adalah Air dan Elemen Bumi tergolong Logam atau Emas, serta Unsur Yin. Kedua gabungan unsur antara Yang dan Yin
dimenangkan oleh suami dan peranan sebelumnya lebih berpihak kepada Suami Anda.

Nah, bila disimak dari komposisi yang ada dalam diri Anda, jalan pikiran keselarasan berada di dalam diri Anda. Akan tetapi, dalam tindakan juga terdapat kekakuan akibat faktor Elemen Bumi, yakni Logam atau Emas.

Berdasarkan Kalender Jawa Kuno, Anda lahir pada Kamis Wage. Hari kelahiran ini mempunyai arti, bahwa keteguhan pendirian Anda sering berubah-ubah.

Catatan lainnya, banyak masalah yang Anda hadapi ketika usia muda, akan tetapi akan cemerlang hidupnya di masa tua. Anda harus selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan jalan terbaik dalam menjalankan kehidupan ini. Hati-hatilah dalam pergaulan lingkungan karir maupun kehidupan, karena banyak yang bisa menjerumuskan diri Anda dalam bahaya. Anda harus Waspada bila mau bertindak, apalagi dijanjikan dengan iming-iming yang hebat.

Selain itu, hindari keributan dengan suami yang dapat berakibat awet trajet atau rebut terus damai dan terulang terus-menerus.

3. Anak

Terakhir, anak Ibu masuk ke dalam Shio Kuda, Elemen Langit Air dan Elemen Bumi adalah Kayu.
Komposisi anak pertama Anda ini tidak bermasalah. Hanya saja, Anda harus mendidiknya dengan
baik agar jangan terlampau banyak berurusan dengan banyak kemauan hidupnya. Bila tidak terdidik dengan baik, dikhawatirkan bisa berdampak menuntut kemauan yang tidak masuk akal ketika sudah besar nanti.

Perlu Anda ketahui, bahwa dari semua komposisi perhitungan hoki di dalam keluarga Anda, sebaiknya pada 2014 nanti Anda perlu mengupayakan bisa mempunyai anak lagi. Ini untuk menolong grafik rezeki keluarga, yakni penunjang grafik cashflow keluarga Anda.

Soal pekerjaan yang cocok, Anda bisa memilih bisnis berkaitan seperti dunia properti atau jual beli emas dan perhiasan. Namun, usaha terbaik untuk Anda adalah berbisnis yang berkaitan langsung dengan Tanah.

Adapun arah terbaik rumah maupun tempat usaha Anda adalah menghadap ke arah Barat Daya atau Timur Laut. Kedua kutub tersebut dapat menunjang karir Anda ke depannya.

Sementara berdasarkan grafik rezeki perorangan terlihat jelas, bila yang memimpin usaha sebelumnya adalah diri Anda sendiri, maka pada usia 42 tahun bisnis Anda akan menanjak naik 40 persen. Namun, Anda mesti berhati-hati setelah melewati umur tersebut. Bahaya diperkirakan berada pada umur 48 tahun dan akan menuju usia kehidupan mapan pada hari tua.

Semoga semua penjelasan ini dapat bermanfaat bagi Ibu!

Salam Hokiplus 2013, Happy Cuan 888!

(The Steven Eric Lazuardi/Hokiplus Consultant/hokiplus@live.com)

Anda ragu dengan langkah Anda ke depan terkait rencana bisnis Anda? Silahkan, kirimkan pertanyaan via email dengan dilengkapi dengan nama lengkap, tanggal, bulan, tahun dan jam lahir. Data dilengkapi dengan data kelahiran suami istri dan anak bila sudah berkeluarga.
Pertanyaan yang lengkap memudahkan untuk dibahas detail.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 01.24  

0 komentar:

Poskan Komentar