“Berwirausaha, siapkah Anda? - Kontan”

Kamis, 22 Agustus 2013

“Berwirausaha, siapkah Anda? - Kontan”


Berwirausaha, siapkah Anda? - Kontan

Posted: 21 Aug 2013 10:07 PM PDT

Berwirausaha, siapkah Anda?

Dewasa ini, pengertian kata "memulai bisnis" seakan-akan telah menjadi obat paling mujarab bagi masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan ekonomi rakyat.

Jika kita perhatikan program pemerintah dalam mengatasi masalah sosial perkotaan seperti pengemis, kriminalitas, pengamen, jawabannya menjadi standar: kumpulkan mereka, masukkan ke dalam sebuah tempat penampungan, beri mereka keahlian baru, kemudian lepaskan. Harapannya, mereka bisa memulai hidup baru dengan meninggalkan usaha kurang terpuji itu ke dalam kewirausahaan.

Contoh lain, lulusan sarjana yang sudah putus asa karena tidak mendapatkan pekerjaan, jalan terakhir yang mereka tempuh adalah memulai sebuah usaha bisnis, di bidang apa pun dan berharap bisa sukses. Pertanyaannya: apakah itu efektif?

Kenyataannya, memulai sebuah usaha itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Membuka usaha membutuhkan sebuah komitmen total dari calon wirausahawan dan membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan materi yang tidak sedikit. Walaupun sang wirausahawan itu akhirnya berhasil mencapai titik di mana dia membuka usaha, wirausaha akan dihadapkan pada tantangan terberat: How to stay alive?

Penelitian yang dilakukan oleh Southiseng dan Walsh (2010) di Laos menunjukkan bahwa pendirian sebuah UKM di sana akan menghadapi berbagai macam tantangan yang berat, mulai dari kurangnya sumber daya manusia yang memadai, masalah teknologi, hingga kebijakan pemerintah lokal yang kurang mendukung kebersinambungan sebuah UKM.

Eyaa dan Ntayi (2010) menemukan bahwa dari semua UKM (usaha kecil dan menengah) yang dirintis di Uganda, unit UKM yang masih bertahan setelah tiga tahun hanya tinggal 3%. Hasil penelitian tersebut secara umum menyimpulkan jika masalah kesalahan strategi, kurangnya sumber daya, ketidakjelasan visi dan gap dalam teknologi ikut memberikan andil sehingga banyak usaha yang merugi dan akhirnya tutup.

Berkaca dari contoh yang terjadi terhadap UKM di negara berkembang lain, sudah selayaknya jika kita mulai merenung dan memikirkan: "Bagaimana membangun usaha yang sustainable?"

Jika bisa mencerna dan menemukan prinsip-prinsip yang dibutuhkan dalam membangun dan mempertahankan usaha kita, maka niscaya keberlangsungan hidup dari usaha kita akan menjadi nyata. Untuk itu, saya menawarkan petunjuk yang mungkin bisa digunakan bagi Anda yang sedang memikirkan untuk mulai berwirausaha.

Perlunya passion

"Wirausaha bukan untuk setiap orang". Kalimat ini bukan ditulis untuk menjatuhkan keinginan Anda dalam memulai usaha, tapi justru sebaliknya. Saya hendak mengajak Anda berpikir secara serius mengenai kesungguhan memulai berwirausaha.

Wirausaha akan menjadi "istri/suami" Anda yang kedua. Anda akan dituntut membuktikan sebagian besar hidup Anda kepadanya. Anda akan makan memikirkan dia, tidur bermimpi tentang dia, dan pembicaraan juga berkisar tentang usaha Anda. Anda harus mencurahkan segenap waktu, usaha, dan materi ke dalam wirausaha.

Para pengusaha terkenal memiliki kebiasaan yang sama, yaitu tidur larut, bangun pagi, dan hampir tidak mengenal waktu libur. Dibutuhkan tenaga dan kemauan lebih untuk masuk ke dunia ini. Dunia wirausaha adalah dunia yang keras. Mereka yang ingin berwirausaha harus punya komitmen dan ketegaran hati yang tinggi. Tak ada usaha yang bisa sukses dengan upaya setengah-setengah.

Wirausaha bukan sekadar membangun bisnis. Guru besar manajemen dunia, Peter F. Drucker, menyatakan bahwa orang yang membangun atau membuka usaha belaka belum bisa disebut sebagai seorang wirausaha. Seorang wirausaha harus mampu menciptakan pelanggan dan menyediakan value tersendiri dari usahanya. Kemampuan menciptakan pelanggan dan memberikan value yang unik ini akan menjadi competitive advantage unik yang hanya dimiliki oleh usaha tersebut. Dari sinilah keberlangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan bisa diharapkan.

Wirausaha merupakan passion. Sebaiknya wirausaha dimulai karena Anda memang punya passion yang kuat pada bidang tertentu dan usaha tertentu. Sebuah penelitian menarik yang dilakukan di Denmark menyatakan ada perbedaan yang signifikan antara mereka yang memulai usaha karena hobi atau passion dengan mereka yang memulai usaha karena 'kepepet' atau tidak ada jalan lain.

Penelitian tersebut menemukan mereka yang mendasarkan usaha pada keinginan yang kuat cenderung mendapatkan monetary gain yang lebih besar daripada yang tidak. Jika terjadi suatu masalah atau kegagalan pada bisnis, mereka yang punya passion kuat tak mudah menyerah dan mudah kembali melanjutkan bisnisnya. Adapun mereka yang memulai usaha tidak didasari oleh keinginan yang kuat cenderung berhenti menjalankan usaha ketika bertemu dengan halangan atau kegagalan pada pertama kalinya.

Hal ini terjadi karena insentif yang didapatkan oleh mereka yang membangun usaha karena terpaksa hanya berhenti pada level lebih rendah dari mereka yang membangun usaha karena passion. Ketika masalah keuangan terpenuhi, insentif mengembangkan usaha maupun memperbaiki strategi bisnis jadi berkurang dan terperangkap di keadaan "begini aja udah cukup cuan, ngapain repot-repot mencari strategi baru?"

Dunia wirausaha memang keras dan berat, dia akan menyita waktu, tenaga, dan perhatian kita. Namun reward yang dijanjikan juga sepadan, yaitu kebebasan aktualisasi diri dan peningkatan finansial. Jika hasil renungan Anda semakin memantapkan langkah untuk memulai bisnis baru, berarti wirausaha memang merupakan passion Anda. Jangan ragu dan selamat memulai berwirausaha!                   

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 01.27  

0 komentar:

Poskan Komentar