“Kondisi Bisnis Kuartal II Diprediksi Membaik”

Senin, 03 Juni 2013

“Kondisi Bisnis Kuartal II Diprediksi Membaik”


Kondisi Bisnis Kuartal II Diprediksi Membaik

Posted: 03 Jun 2013 01:11 AM PDT

Good Week for ...

PT Provident Agro Tbk (PALM), emiten produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), menganggarkan belanja modal US$ 40 juta tahun ini atau sama dengan belanja modal 2012. Menurut direksi perseroan, alokasi belanja modal akan digunakan untuk pengembangan lahan dan tanaman baru.

PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten sektor energi terintegrasi, menganggarkan belanja modal 2013 sebesar US$ 275 juta. Dana itu dialokasikan untuk investasi operasional perseroan dan entitas anak usaha guna menopang pertumbuhan bisnis perseroan.  

PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), emiten minuman beralkohol dan non-alkohol, menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure) berkisar Rp 50 miliar-Rp 55 miliar, naik dibanding anggaran tahun lalu Rp 40 miliar-Rp 50 miliar. Belanja modal tahun ini antara lain digunakan untuk perluasan fasilitas produksi minuman non-alkohol.

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), emiten distributor produk telekomunikasi dan handset, menargetkan akuisisi terhadap perusahaan distributor iPhone milik Apple Inc dan Samsung Mobile tuntas pada Juni tahun ini. Nilai akuisisi terhadap dua perusahaan distributor  smartphone tersebut mencapai Rp 500 miliar.

PT Hutama Karya (Persero), badan usaha milik negara di sektor konstruksi, berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar.  Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan pengembangan beberapa anak usaha. Obligasi perseroan ditawarkan dalam tiga seri, yaitu obligasi seri A dengan kupon tetap 7,77%-8,77% dengan tenor tiga tahun, seri B dengan kupon tetap 8,48%-9,48% dengan tenor lima tahun serta seri C dengan kupon tetap 8,9%-9,9% dengan tenor tujuh tahun.

PT Mandiri Tunas Finance, multifinance anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), menetapkan kupon bunga obligasi sebesar 7,75% untuk obligasi berjangka waktu tiga tahun dan 7,8% untuk obligasi bertenor empat tahun. Kupon obligasi ini diproyeksikan berada pada kisaran batas atas dari yang ditawarkan perseroan. Mandiri Finance sebelumnya menawarkan kupon sekitar 7,35%-8,15% untuk obligasi A berjangka waktu tiga tahun senilai Rp 500 miliar. Sedangkan obligasi seri B  berjangka waktu empat tahun sebesar 7,40%-8,20%. Perusahaan menetapkan obligasi seri B berjangka waktu tiga tahun senilai Rp 425 miliar dan Rp 75 miliar untuk tenor empat tahun.

Bad Week for ...

PT Bayan Resources Tbk (BYAN), emiten batubara, menurunkan target produksi tahun ini menjadi 14 juta ton-15 juta ton dibanding realisasi produksi tahun lalu 16,3 juta ton. Direksi perseroan menyatakan penurunan target produksi karena kondisi pasar batubara saat ini belum stabil dan harga batubara masih rendah. Pendapatan perseroan tahun ini sangat bergantung pada harga batubara, kendati diprediksi harga jual rata-rata batubara perseroan tahun ini diproyeksikan lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP) telah menyelesaikan penawaran umum terbatas III (rights issue) sebanyak 260,32 juta saham. Pemegang saham lama Bank BNP diproyeksikan tidak banyak yang mengeksekusi haknya sehingga kepemilikan standby buyer meningkat. Berdasarkan keterbukaan informasi, setelah rights issue kepemilikan saham ACOM Co Ltd meningkat jadi 447 juta saham atau sebesar  661,15%. Sebelum rights issue, ACOM telah menjadi pemegang saham pengendali Bank BNP dengan kepemilikan sebanyak 251,18 juta atau 60,31%.  

Imbal hasil (return) enam saham yang masuk dalam Grup Astra dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung rendah karena ekspektasi pelaku pasar terhadap pertumbuhan linis bisnis Grup Astra yang kurang baik, khususnya emiten yang berkaitan dengan komoditas. Rata-rata return enam saham Grup Astra dalam kurun waktu tiga tahun terakhir hingga 30 Mei 2013 hanya 1,56%. Return tertinggi dicatatkan oleh saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) 6,6% dan terendah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar 0,01%. 

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) pada kuartal I 2013 mencatatkan laba bersih Rp 25,43 miliar, turun 11,63% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 36,06 miliar. Menurut direksi, penurunan laba bersih tersebut karena tingginya beban pokok pendapatan  dan beban langsung, yaitu sebesar 16,46% dibandingkan dengan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh 2,46%.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 01.20  

0 komentar:

Poskan Komentar