“Idris Mengaku ke Jepara untuk Cek Mebel, Keluarga: Bisnisnya Dah Nggak Ada”

Minggu, 23 Juni 2013

“Idris Mengaku ke Jepara untuk Cek Mebel, Keluarga: Bisnisnya Dah Nggak Ada”


Idris Mengaku ke Jepara untuk Cek Mebel, Keluarga: Bisnisnya Dah Nggak Ada

Posted: 23 Jun 2013 12:53 AM PDT

Minggu, 23/06/2013 14:41 WIB

Kakek Kaya Nyasar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Ditemukan dalam kondisi linglung, Idris bin Ismail (65) membingungkan sejumlah orang di Semarang. Saat ditanya, jawabannya seringkali tidak nyambung. Ia mengaku pergi ke Jepara untuk mengecek usaha mebelnya. Namun keluarga menyebut bisnis tersebut sudah tidak ada.

"Usaha mebelnya itu sudah nggak ada sejak dua tahun lalu," kata menantu Idris, Bahtiar (41) yang mendampingi istrinya, Anita (39) menjemput Idris di Mapolsek Pedurungan Semarang, Minggu (23/6/2013).

Bahtiar menjelaskan toko dan mebel sudah dijual. Uangnya yang dibawa Idris adalah sebagian dari hasil penjualan itu.

Anita menambahkan Idris pernah memasok mebel ke toko-toko. Tidak ada anak atau cucu yang meneruskan usaha itu. Akhirnya toko berikut barang-barangnya dijual.

"Dulu Papa memang sering ke Jepara. Mungkin ingatannya kembali ke jaman dulu," katanya.

Idris ditemukan sopir angkutan umum jurusan Pucanggading-Karangawen, Lilik Suwarto, Sabtu (22/6) kemarin. Idris yang mengenakan baju batik dan celana panjang cokelat itu terlihat linglung dan tidak nyambung saat ditanya. Lilik curiga karena Idris sudah naik angkutannya sejak pukul 07.00 dan tidak mau turun dari angkutan.

Saat dicek, Idris membawa emas, uang Rp 1,4 juta, dan rekening berisi Rp 850 juta. Khawatir ada masalah, Lilik pun menyerahkan Idris ke Mapolsek Pedurungan Semarang.

"Ini mau pulang. Di Jepara ngurus bisnis," kata Idris saat ditanya polisi kemarin. Sesekali pria berambut putih itu melihat ke arah jalan raya. Jawabannya sering tidak nyambung dengan pertanyaan.

Idris dijemput Anita dan suaminya, Bahtiar, di Mapolsek Pedurungan, sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (23/6/2013). Ia dibawa pulang ke Plumpang, Jakarta Utara.

Oknum pedagang Es Goyobod, menambahkan bahan berbahaya : Borax, pewarna tekstil dan pemanis buatan. Simak di Reportase Investigasi, Minggu, pkl.17.00 Wib hanya di TRANS TV

(try/trq)

Foto Video Terkait


Sponsored Link

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 01.19  

0 komentar:

Poskan Komentar