“Maskapai Ajukan Izin Akses Komunikasi di Pesawat - Tempo.co”

Jumat, 26 April 2013

“Maskapai Ajukan Izin Akses Komunikasi di Pesawat - Tempo.co”


Maskapai Ajukan Izin Akses Komunikasi di Pesawat - Tempo.co

Posted: 26 Apr 2013 01:16 AM PDT

Maskapai Ajukan Izin Akses Komunikasi di Pesawat  

Kru Pesawat Airbus A320 armada baru maskapai Mandala Airlines berfoto di dalam pesawat yang baru tiba tersebut di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (14/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayuda Gumay, menjelaskan, ada dua maskapai yang mengajukan izin penggunaan akses komunikasi di pesawat. "Garuda Indonesia sudah mengajukan, Lion Air juga," katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang kerja sama pengamanan spektrum frekuensi radio untuk keperluan penerbangan, Jumat, 26 April 2013.

Akses komunikasi dalam pesawat itu mencakup penggunaan telepon dan Internet. Herry menambahkan, sebelumnya, maskapai sudah menyediakan telepon yang menempel di dalam pesawat untuk berkomunikasi. Penggunaan telepon itu masih membutuhkan kartu akses. "Sekarang sudah bisa pakai handphone, tapi pesawatnya harus disertifikasi," katanya.

Maskapai pun masih harus mengurus perizinan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk provider penyedia jasa telekomunikasi.

Anak usaha Lion Air, Batik Air, akan beroperasi dengan fasilitas Wi-Fi. "Penumpang bisa menelepon dan memakai Wi-Fi selama penerbangan," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat ditemui dalam peluncuran Batik Air, Kamis malam, 25 April 2013.

Ia menjelaskan, maskapai ingin memenuhi kebutuhan fasilitas teknologi informasi bagi penumpang. Untuk fasilitas akses telepon dan Wi-Fi, Batik Air menjalin kerja sama dengan Telkomsel. Edward menyebutkan, tidak ada masalah dengan regulasi selama teknologi yang digunakan dalam penerbangan dinyatakan memenuhi persyaratan.

"Regulator akan buat aturan mainnya," ucap Edward. Alat untuk Wi-Fi itu sudah terpasang di pesawat. Namun peralatan itu masih belum diaktifkan. Ia menyebutkan, nilai investasi untuk pemasangan peralatan Wi-Fi di setiap pesawat mencapai US$ 3-4 juta.

Untuk pengoperasiannya, maskapai masih harus mengurus perizinan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Setelah izin itu keluar, Edward melanjutkan, maskapai baru akan mengoperasikan pesawat dengan fasilitas Wi-Fi.

MARIA YUNIAR

Topik Terhangat:
Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:

Erik Meijer ke Garuda, Indosat Ikhlas

Saham Astra Jatuhkan IHSG

Indonesia Pelanggar Hak Kekayaan Intelektual

Lion Air Datangkan Dreamliner Pada 2015

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Thatcher's Tyrants - The Tanks, The Guns, The Christmas Cards.

Diposkan oleh iwan di 01.36  

0 komentar:

Poskan Komentar