“Sharapova Nikmati Rasa Kesuksesan Sugarpova”

Minggu, 10 Maret 2013

“Sharapova Nikmati Rasa Kesuksesan Sugarpova”


Sharapova Nikmati Rasa Kesuksesan Sugarpova

Posted: 09 Mar 2013 02:42 PM PST

INDIAN WELLS, Kompas.com - Petenis cantik Rusia, Maria Sharapova, mengatakan usaha bisnisnya memberikan pendidikan yang mana karier tenisnya tak pernah memiliki waktu untuk mencapainya. Sharapova, yang menjadi satu dari dua wanita yang masuk daftar 100 atlet dengan bayaran tertinggi menurut Majalah Forbes 2012 mengakui, belum ada usaha yang menawarkan kurva belajar sepuas atau semahal merek permen Sugarpova yang diluncurkan tahun lalu.

"Salah satu hal yang saya ambil selama bertahun-tahun ketika saya bekerja dengan merek dan orang-orang yang berbeda adalah bahwa saya tidak pernah benar-benar memiliki pendidikan yang solid dalam karierku, tetapi saya selalu senang mendengarkan dan belajar," ujar Sharapova, Jumat (8/3/2013), setelah meraih tiket babak ketiga turnamen WTA BNP Paribas Terbuka.

"Itu adalah cara saya belajar, yaitu melalui kehadiran di berbagai jenis pertemuan, apakah yang kreatif, apakah dengan para agen iklan."

Menurut Forbes, Sharapova berhasil mendapatkan 22 juta dollar AS (sekitar Rp 213 miliar/kurs 1 dollar AS: Rp 9.682) pada tahun 2012. Semua itu membantunya mempersiapkan diri untuk membuka usaha sendiri, yang katanya masih terus berkembang. Dia menambahkan, tiga produk baru akan diperkenalkan dalam tiga minggu ke depan dan pasar baru ditambahkan.

"Sekarang kami sedang mencoba untuk keliling dunia," ujarnya, menjelaskan tentang seluk-beluk mendapatkan persetujuan peraturan untuk bahan-bahan dan memilah persyaratan label untuk negara yang berbeda.

"Begitu banyak hal yang Anda bahkan tidak memikirkannya," tambah mantan pemain nomor satu dunia ini.

Bintang berusia 25 tahun, yang merupakan juara Perancis Terbuka tahun lalu untuk menyempurnakan gelarnya di grand slam (menjuarai empat grand slam), mengatakan ia memiliki gigi manis, tetapi itu bernama "Sugarpova".

"Itu membuat saya tertawa sampai hari ini ketika orang mengatakan nama itu," ujarnya. "Saya hanya ingin tertawa."

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 01.41  

0 komentar:

Poskan Komentar