“Investasi Hotel di Surakarta Masih Terbuka - Tempo.co”

Senin, 18 Maret 2013

“Investasi Hotel di Surakarta Masih Terbuka - Tempo.co”


Investasi Hotel di Surakarta Masih Terbuka - Tempo.co

Posted: 18 Mar 2013 12:27 AM PDT

Senin, 18 Maret 2013 | 14:20 WIB

TEMPO.CO, SURAKARTA - Pemerintah Surakarta masih memberi kesempatan kepada investor untuk membangun hotel di Surakarta. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Surakarta, Pujo Hariyanto, mengatakan selama ini perekonomian mengandalkan perdagangan dan jasa.

"Solo tidak punya lahan untuk mendirikan pabrik atau kantor. Yang paling memungkinkan adalah usaha perdagangan dan jasa seperti hotel dan restoran," katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 18 Maret 2013.

Ia menambahkan, masih terbuka peluang untuk mendirikan hotel. Hanya saja, investor diminta untuk tidak mengincar lahan di tengah kota karena sudah penuh. "Lebih baik ke sisi utara di Mojosongo. Di sana masih belum banyak hotel berbintang." Pujo menilai prospek di sisi utara kota menjanjikan karena menjadi pintu keluar-masuk Tol Solo-Semarang dan Solo-Kertosono.

Saat ini sudah ada beberapa hotel yang tengah mengajukan perizinan. Misalnya hotel di lahan bekas pabrik es Saripetojo yang sudah melengkapi izin peruntukan ruang dan cetak peta. "Sekarang tahap mengurus IMB (izin mendirikan bangunan)," katanya.

Kemudian hotel lain yang sedang mengurus IMB adalah sebuah hotel di depan Solo Center Point, hotel konsep heritage di kota barat, dan Quest Hotel di kawasan Jurug. Dia mengatakan, asalkan peruntukan lahan sesuai rencana tata ruang wilayah, pemerintah Surakarta tidak akan mempersulit perizinan hotel.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Surakarta Ahyani mengatakan ada 15 perizinan hotel yang sudah masuk ke tim teknis. Beberapa di antaranya sudah mengantungi IMB dan ada yang masih mengurus. "Ada juga yang sudah mulai membangun."

Dia menerangkan, hotel yang perizinannya sudah rampung di antaranya Sala Kota View di depan Solo Center Point dan hotel milik Grup Konimex di kawasan Faroka. Sedangkan yang masih proses IMB di antaranya hotel Pop Harris yang bersebelahan dengan Sala Kota View, Saripetojo, Santika, dan Quest hotel.

Pejabat humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta MSU Adjie mengatakan pada saat tertentu tingkat hunian hotel memang terisi 100 persen. "Tapi jika dilihat secara keseluruhan sepanjang tahun, masih rendah. Pada 2012 di kisaran 60 persen," katanya.

Dia menilai, jika investor terus membangun hotel baru di Solo, pengusaha lokal makin terjepit dan akhirnya bangkrut. Daripada mengundang investor untuk membangun hotel baru, ia menyarankan investor bersinergi dengan pengusaha lokal untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

Tapi jika tetap ngotot membangun hotel baru, Pujo meminta hotel tidak dibangun di tengah kota yang sudah padat. "Kalau mau bangun hotel baru, lebih baik di Solo bagian utara," katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita Lainnya:
Ahli Hukum Klaim Indonesia Perlu Pasal Santet
Kericuhan Warnai Kongres Luar Biasa PSSI
La Nyalla Jadi Wakil Ketua Umum PSSI
Polisi Tangkap Dua Perusak Kantor Tempo
Ini Dia Formula Renault Andalan Alexandra

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 01.18  

0 komentar:

Poskan Komentar