“Bankir Indonesia Tak Terima Dituduh Kartel - Liputan6.com”

Rabu, 20 Maret 2013

“Bankir Indonesia Tak Terima Dituduh Kartel - Liputan6.com”


Bankir Indonesia Tak Terima Dituduh Kartel - Liputan6.com

Posted: 20 Mar 2013 01:24 AM PDT

Bankir Indonesia Tak Terima Dituduh Kartel

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono.

Liputan6.com, Jakarta : Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono membantah dugaan adanya praktik oligopoli (kartel) perbankan di Indonesia. Pelaku usaha perbankan kini justru menjalankan bisnis dengan persaingan yang makin sengit.

"Kartel perbankan tidak ada di Indonesia. Kami tidak pernah sepakat terhadap praktik kartel," tegas dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/3/2013).

Meski persaingan di industri perbankan semakin sengit, namun dia mengaku, para pelaku usaha di sektor ini tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam berbisnis.

"Jadi tidak mungkin kartel itu dilakukan, karena kondisi perbankan Indonesia cukup kuat, dan non performing loan (NPL) juga oke," ungkap dia.

Menurut Eko, aturan perbankan saat ini sangat ketat, apalagi dengan peralihan pengawasan dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Struktur biaya masing-masing perbankan kan berbeda-beda. Ditambah semakin ketatnya regulasi di industri perbankan," ucapnya.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebelumnya menduga adanya indikasi praktik kartel di perbankan Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan terhadap beberapa bank yang dilakukan lembaga tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua Bidang Humas dan Hukum KPPU, Muhammad Syarkawi menyebut empat alasan KPPU memberikan dugaan kepada para pelaku perbankan di Indonesia.

Indikasi pertama yaitu tingginya suku bunga di Indonesia, namun tingkat marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM). Kedua, terkait struktur market share yang diberlakukan, terkesan ada kelompok bank yang memonopoli.

Alasan ketiga adalah perilaku dari perbankan ditentukan oleh pemimpin pasar, dalam hal ini bank-bank besar yang ada di Indonesia. Terakhir, adanya inefisiensi perbankan, perbankan Indonesia ini tidak ada persaingan, jadi tidak ada perilaku positif untuk berpikiran menurunkan suku bunga. (Fik/Shd)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 01.29  

0 komentar:

Poskan Komentar