“Angel Lelga Pilih Bisnis daripada Sinetron”

Kamis, 07 Maret 2013

“Angel Lelga Pilih Bisnis daripada Sinetron”


Angel Lelga Pilih Bisnis daripada Sinetron

Posted: 06 Mar 2013 06:41 PM PST

Jakarta, C&R Digital - Mantan istri penyanyi dangdut Rhoma Irama, Lely Anggraeni alias Angel Lelga mulai menekuni bisnis baru di bidang properti dan fashion. Dia mengaku menjalani usaha karena ingin meninggalkan karir sebagai penyanyi.

"Saya sekarang sedang konsen ke bisnis, kalau dunia entertainment paling sesekali saja," kata Angel kepada C&R Digital saat ditemui di kawasan Pasa Raya Blok M Jakarta, Rabu (6/3) malam.

Demi bisnis barunya ini, Angel mengaku sering menolak tawaran main sinetron. "Untuk sinetron saya sudah nggak mau," akunya. "Saya sekarang lebih suka berbinis. Makanya, beberapa kali saya selalu pilih-pilih peran."

Penyanyi kelahiran Surakarta 1 Januari 1981 ini ingin konsisten menjalankan bisnis untuk investasi di hari tua. "Berbisnis itu lebih menjanjikan untuk masa depan dan bisnis yang saya lakukan ini untuk masa depan. Setiap orang ada masanya dan ada rasa kejenuhan, kadang saya masih suka muncul tapi nggak di depan media," paparnya.

Angel mengaku tak ingin ketinggalan dalam berpakaian atau fashion hingga terjun di bisnis tersebut. "Kalau bisnis itu jiwa saya dari jaman dulu, karena saya orangnya suka bekerja keras," ujarnya. "Fashion saya nggak mengikuti siapa-siapa, cantik itu lumrah. Saya orangnya sederhana saja nggak mau berlebihan. Wanita harus lebih pintar berpakaian jadi kalau dipakai bisa kelihatan cerdas."

Nama Angel Lelga mulai menjadi bahan perbincangan saat digosipkan menikah siri dengan pedangdut Rhoma Irama saat membintangi sinetron Ibnu Sabil.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 01.26  

0 komentar:

Poskan Komentar