“Fahmi Idris Tolak Munaslub KADIN - Tribunnews”

Kamis, 21 Februari 2013

“Fahmi Idris Tolak Munaslub KADIN - Tribunnews”


Fahmi Idris Tolak Munaslub KADIN - Tribunnews

Posted: 21 Feb 2013 01:36 AM PST

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Fahmi Idris menolak upaya digelarnya Munaslub KADIN yang disniyalir bakal melengserkan Ketua Umum KADIN, Suryo Bambang Sulisto. Menurutnya, organisasi bisnis tidak mengenal Munaslub.

"Kalau ada permasalahan, mekanisme yang biasa dipakai dalam organisasi bisnis itu perundingan. Munaslub itu kan mekanisme partai politik," tegas Fahmi, Kamis (21/2/2013).

Fahmi mengaku sudah mendengar adanya usulan untuk menggelar Munaslub sebagai solusi atas sejumlah ketidaksepakatan dari sejumlah pihak terhadap KADIN Pusat. Menurutnya, agak aneh kalau solusi yang ditawarkan oleh pihak-pihak yang tidak puas ini dengan mekanisme Munaslub.

"Dinamika organisasi itu kan biasa. Apalagi dalam organisasi bisnis seperti KADIN, banyak kepentingan bisnis tentu berpeluang memunculkan adanya perselisihan atau ketidakpuasan. Tapi seperti yang saya katakan tadi, perselisihan bisnis itu mekanisme wajarnya diselesaikan dengan perundingan, bukan ujug-ujug mendesak Munaslub," ujarnya.

Oleh sebab itu, Fahmi mewakili Dewan Penasihat KADIN Pusat dengan tegas menolak usulan Munaslub sebagai solusi permasalahan, karena mekanisme itu tidak sesuai dengan cara kerja dunia bisnis atau dunia usaha.

"Saya mewakili Dewan Penasihat KADIN jelas menolak adanya Munaslub KADIN. Kalau memang perlu dilakukan penyelesaian masalah, ya duduk bersama berunding," ujar Fahmi.

Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum KADIN Indonesia, melihat adanya usulan Munaslub sebagai bentuk kurangnya pemahaman terhadap upaya KADIN Indonesia melakukan reformasi melalui jalan depolitisasi.

"KADIN Indonesia akan menanganinya dengan tepat, tegas dan kepala dingin. KADIN Indonesia telah menunjuk sejumlah anggota untuk secara persuasif melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga program yang sudah dicanangkan bisa dilaksanakan dengan baik," jelasnya.

Suryo mengatakan, tindakan tegas perlu dilakukan guna mencegah terjadinya friksi-friksi yang kontraproduktif terhadap visi dan misi KADIN Indonesia. "KADIN Indonesia sebagai mitra pemerintah sebuah iklim organisasi dunia usaha yang bebas dari kepentingan luar organisasi, khususnya dunia politik," jelas Suryo.

Sebelumnya, sebanyak 31 anggota KADIN Indonesia menghadiri pertemuan yang berlangsung di Hotel Manhattan Jakarta, Selasa (22/1/2013). Pertemuan itu membahas kebijakan Ketua Kadin Indonesia di bawah pimpinan Suryo Bambang Sulisto, yang dianggap mengabaikan keluhan para pengusaha daerah.

Para pengusaha yang tergabung dalam Forum Asosiasi Kadin Indonesia, sangat menyesalkan sikap ketua umum Kadin yang mendemisionerkan Komite Tetap.

"Kami merasa diremehkan dan kami tersinggung atas keputusan sepihak dari ketua umum kadin Indonesia " kata Ketua Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia Azwir Dainy Tara.

Ketua Forum Asosiasi/Himpunan/Gabungan/Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia, Robianto Roestomo menegaskan, tindakan ketua umum itu juga menyalahi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.

"Kami dari Forum Asosiasi, Himpunan, Gabungan Pengusaha, ALB anggota Kadin Indonesia mendesak untuk segera dilaksanakannya Munaslub Kadin Indonesia paling lambat akhir Februari 2013. Pokoknya harus dikocok ulang," tegasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 01.50  

0 komentar:

Poskan Komentar