“Belajar Berbisnis Mode Melalui Seminar 'Suistanable Fashion' IFW ... - Detikcom”

Sabtu, 16 Februari 2013

“Belajar Berbisnis Mode Melalui Seminar 'Suistanable Fashion' IFW ... - Detikcom”


Belajar Berbisnis Mode Melalui Seminar 'Suistanable Fashion' IFW ... - Detikcom

Posted: 16 Feb 2013 12:07 AM PST

Sabtu, 16/02/2013 12:19 WIB

Dona Rema - wolipop

img

dok. Wolipop

Jakarta - Pekan mode Indonesia Fashion Week (IFW) kembali digelar. Tak hanya menyuguhkan peragaan busana saja, di hari ke-2, ajang tahunan itu juga menghadirkan workshop dan seminar.

Workshop dan seminar tersebut didukung oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang bekerjasama dengan Chamber Trade of Sweden. Seminar dan workshop yang diikuti sekitar 40 peserta ini membahas tentang 'Sustainable Fashion' yang dapat mencerahkan dunia mode Indonesia.

Di acara ini para desainer muda, pengusaha, atau orang yang baru mau terjun ke dunia bisnis dalam bidang fashion ikut serta. Mereka mendapatkan ilmu yang dapat dijadikan acuan untuk bisnis mereka ke depannya.

"Sustainable Fashion seminar ini kenapa kita berikan, jadi segala sesuatunya kalau kita mau berkaitan dengan berbisnis, harus berkesinambungan. Jadi misalnya setelah pameran, harus ada lagi follow upnya. Dan itu harus up date, follow up tentang pasarnya, follow up tentang perkembangan usahanya. Jadi jangan setengah-setengah," papar Nina Tursinah, Ketua Bidang UKM saat ditemui Wolipop dalam acara Seminar 'Sustainable Fashion' di Jakarta Convention Center, Jumat (15/02/2013).

Indonesia dianggap berpotensial dalam bidang fashion. Hal ini juga terlihat dari banyaknya desainer yang tak henti-hentinya berkreasi dengan segala kreativitas yang mereka miliki. Tak hanya itu saja, kini pun semakin banyak generasi muda yang terjun ke dunia mode untuk menjadi desainer, pengusaha, maupun distributor dalam dunia fashion.

 "Indonesia itu luar biasa potensinya. Dulu nggak kebayang bahwa Indonesia bisa tumbuh berkembang di sektor fashion. Sekarang sudah terlihat berkembang, tapi kita perlu dukungan, masukan dan contoh dari negara-negara Eropa kenapa fashionnya bisa maju," jelas Nina yang saat itu mengenakan kerudung berwarna pink.

Di dalam seminar ini, pihak Sustainable Fashion Academy (SAF) dari Swedia, Andreas Foller dan Kenneth Hotz yang menjadi pembicara. Dalam seminar tersebut mereka menjelaskan bagaimana caranya untuk memulai bisnis fashion.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari konsepnya, produk seperti apa yang ingin dijual, strategi yang akan dilakukan seperti apa, bagaimana cara mengembangkannya. Semuanya harus dijabar secara detail.

Tak hanya itu saja, ketika Anda memutuskan untuk menjual pakaian, pastikan pula material apa yang akan digunakan. Apakah material tersebut termasuk dalam kategori green (yang bisa dire-use), organik, atau sustainable (yang bisa direcycle). Untuk warna pakaian, Anda juga perlu memastikan apakah pewarnanya dari bahan alami atau buatan.

Sedangkan saat workshop, para peserta yang terbagi menjadi empat kelompok diminta untuk menjabarkan kira-kira tiga elemen penting apa yang dapat membuat industri fashion Indonesia semakin maju dan berkembang. Salah satu grup ada yang menjelaskan bahwa, dukungan dan bantuan dari pemerintah merupakan hal yang penting. Teknologi dan danalah yang sangat dibutuhkan para pengusaha.

Mereka juga mengatakan bahwa, semakin banyaknya brand-brand fashion dari luar negeri yang juga menjadi penghambat untuk mulai mencintai produk lokal. Padahal, produk dalam negeri juga memiliki kualitas yang baik dan tak kalah dengan produk internasional.

(rma/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi :
  • email : sales[at]detik.com

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 01.47  

0 komentar:

Poskan Komentar