“PASAR MOBIL 2013 Melemah, ATPM Lakukan Efisiensi Produksi - Bisnis Indonesia”

Kamis, 03 Januari 2013

“PASAR MOBIL 2013 Melemah, ATPM Lakukan Efisiensi Produksi - Bisnis Indonesia”


PASAR MOBIL 2013 Melemah, ATPM Lakukan Efisiensi Produksi - Bisnis Indonesia

Posted: 03 Jan 2013 01:02 AM PST

JAKARTA—Efisiensi dan penurunan produksi menjadi alternatif kebijakan yang mungkin diambil prinsipal mobil nasional pada tahun ini sebagai respon atas potensi penyusutan pasar domestik, yang diperkirakan hanya mencapai kisaran 900.000 unit.

Johnny Darmawan, Presiden Direktur Toyota Astra Motor, melihat sangat sulit bagi para agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk mengulang kisah sukses penjualan 2012, yang menembus 1,1 juta unit, pada tahun ini.

Sebab, banyak faktor eksternal dan internal yang sifatnya menghambat pertumbuhan industri otomotif nasional sehingga membuat pelaku ubersikap konservatif.

"Pasar mobil nasional pada tahun ini paling tinggi itu sama dengan tahun lalu. Tapi perkiraan saya akan turun ke kisaran 900.000 sampai 1 juta unit. Toyota sendiri kan market share-nya 36%, bisa diestimasi dari situ," ujarnya kepada Bisnis hari ini, Kamis (4/1/2013).

Menurut Johnny, yang juga Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), perlambatan usaha sudah mulai terlihat pada kuartal IV/2012, di mana pasokan yang tinggi tidak seimbang dengan permintaan yang turun.

Ada beberapa faktor yang disinyalir menyebabkan permintaan mobil menyusut, a.l. kondisi makroekonomi global yang memburuk akibat krisis kawasan Eropa dan pelamahan ekonomi Amerika Serikat, serta penurunan harga-harga komoditas dunia.

Selain itu, lanjut Johnny, muncul sejumlah kebijakan yang menghambat dari dalam negeri, seperti kenaikan upah minimum secara signifikan, kenaikan tarif dasar listrik setiap kuartal, serta kenaikan batas minimal uang muka pembiayaan syariah.

"Banyak aturan-aturan yang belum jelas, seperti aturan mengenai LCGC [mobil murah dan ramah lingkungan] yang belum keluar sampai sekarang. Juga faktor politik yang mulai panas pada 2013," katanya.

Untuk mempertahankan kesinambungan usaha, Johnny Darmawan melihat ada beberapa strategi bisnis yang kemungkinan diambil oleh para ATPM. Mulai dari aktif melakukan kampanye atau promosi, hingga yang terburuk melakukan efisiensi atau menguangi produksi. "Karena cost meningkat, sementara volume [penjualan] turun." (sut)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 01.39  

0 komentar:

Poskan Komentar