“Membeli rasa takut dalam rumah hantu - merdeka.com”

Minggu, 06 Januari 2013

“Membeli rasa takut dalam rumah hantu - merdeka.com”


Membeli rasa takut dalam rumah hantu - merdeka.com

Posted: 05 Jan 2013 11:46 PM PST

Kepercayaan akan keberadaan hantu atau mahluk gaib sepertinya tak kunjung selesai dalam kehidupan manusia. Di zaman modern ini pun, ada atau tidak adanya hantu terus mengemuka dan memunculkan perdebatan juga rasa penasaran.

Dari dua kepercayaan itu, ternyata keberadaan pocong dan hantu-hantu lain ternyata bisa dijadikan lahan bisnis oleh pelaku usaha pasar malam.

Di beberapa tempat di Indonesia, pasar malam adalah seperti satu paket hiburan yang berpindah-pindah tempat. Tidak hanya menghadirkan keriuhan pasar, juga menghadirkan hiburan bagi pengunjungnya. Pasar malam yang biasanya memiliki beberapa wahana hiburan, seperti komedi putar, tong setan, dan yang tidak kalah wajib adalah rumah hantu.

Wahana hiburan itu seperti sudah melekat dengan pasar malam, meski perkembangan teknologi saat ini terus berkembang. Di tengah kerumunan pasar malam, rumah hantu seperti bisnis yang menjual rasa penasaran penonton akan keberadaan hantu. Rumah hantu dalam pasar malam memang dirancang untuk memunculkan hantu sebagai hiburan.

Ini seperti halnya banyak pengunjung yang datang ke pasar malam untuk mencari hiburan. Biasanya tiap wahana hiburan dalam pasar malam itu memiliki tarif tersendiri untuk menikmati dan memasuki area hiburannya. Untuk rumah hantu biasanya sekitar puluhan ribuan ke bawah.

Bentuk bangunannya dari papan dengan warna warni yang meriah. Setelah penonton membeli tiket dipersilakan memasuki ruangan. Saat penonton masuk, ruangan dalam kondisi gelap. Ketika penonton dirasa cukup, hantu yang dimunculkan dalam wujud pocong, kuntilanak, dan lainnya mulai diperlihatkan.

Keberadaan hantu-hantu itu terasa bertambah meyakinkan dengan adanya kilatan cahaya dan sura musik yang bertalu. Rasa takut kian bertambah dengan makin adanya teriakan-teriakan katakutan dan 'hantu' yang menyapa penonton. Merinding, takut, atau biasa saja? Hanya penonton yang datang menyaksikan yang bisa merasakannya.

Acara pertunjukan hantu itu berlangsung sekitar lima menit atau lebih. Meski sudah diketahui pertunjukannya adalah rekaan, tetap wahana itu memiliki penonton. Pertunjukan rumah hantu bisnis yang menjual penasaran dan ketakutan. Rasa penasaran penonton akan wujud hantu dan penampilan pertunjukan hantu harus meyakinkan.

Pertunjukan hantu itu tentu saja harus bisa meyakinkan penonton dengan bisa rasa takut dan merinding pada penonton yang sudah membeli tiket. Jika tidak para pemeran atau pelaku hantu harus siap dikritik atau bakal ditinggalkan penonton. Kepuasan bagi penonton dalam mengunjungi rumah hantu tentu saja rasa takut yang benar-benar bikin merinding. Sah-sah saja dengan tiket yang sudah dibeli harus impas dengan pertunjukan hantu yang meyakinkan.

Kemunculan hantu bukan hanya hanya monopoli dalam dunia mitos atau legenda. Justru rumah hantu dalam pasar malam menampilkan hantu sebagai komoditas ekonomi untuk memenuhi hasrat penasaran penonton atas keraguan akan keberadaan dunia gaib itu.

[war]

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 01.42  

0 komentar:

Poskan Komentar