“Heni Hermawan, Dulu Sopir Kini Juragan Catering Beromzet Ratusan Juta”

Selasa, 11 Desember 2012

“Heni Hermawan, Dulu Sopir Kini Juragan Catering Beromzet Ratusan Juta”


Heni Hermawan, Dulu Sopir Kini Juragan Catering Beromzet Ratusan Juta

Posted: 10 Dec 2012 08:08 AM PST

TRIBUNNEWS.COM, CILEGON
Tak berlebihan kalau banyak orang bilang bahwa sebuah bisnis berpeluang sukses bila diawali dari hobi.

Pameo ini pas untuk menggambarkan sukses Heni Hermawan dan sang istri, Lilik Afifah, dalam menggeluti usaha catering. Bukan sembarang catering, usaha Heni kini sudah mencetak omzet senilai ratusan juta rupiah perbulan.

"Omzet tertinggi yang pernah kami cetak mencapai Rp 700 juta, tahun lalu. Kini turun dikit, sekitar Rp 400-500 juta (perbulan). Ini omzet ya, bukan untung," tutur Heni Hermawan saat disambangi Tribunnews di kediaman sekaligus tempat usahanya di kawasan Jl Purbaya, kota Cilegon, Banten.

Lantas untungnya berapa? "Ya perkirakan sendiri," jawab ayah dari tiga anak, M. Anandhito, Jihan dan Laura ini. Sukses yang dicetak pria asal Ponorogo, Jawa Timur, ini tentu tidak instan.

Ia sudah kenyang jatuh bangun merintis usaha. Paling pahit adalah pengalaman di tahun pertama menikah, 1996 silam. Ia sempat menganggur sampai akhirnya bekerja serabutan. Antara lain dengan menjadi sopir pribadi seorang kerabat.

"Gajinya waktu itu Rp 200 ribu. Padahal ngontrak rumah aja Rp 80 ribu. Ya sudah, kami bertahan hidup dengan makan tahu tempe aja," kenang Ny Lilik Afifah, istri tercinta Heni Hermawan.

Ingin mengubah nasib, Heni kemudian merintis usaha jual beli sepeda motor. Kebetulan saat itu sedang booming sepeda motor produk China yang murah meriah.

Hanya sukses sesaat, usaha ini akhirnya gulung tikar. Merugi. Heni pun pusing, memutar otak. Alumnus Unitomo Surabaya ini bertambah sedih ketika putri pertamanya yang berusia tujuh bulan jatuh sakit sampai akhirnya meninggal dunia, di saat dirinya di tengah kesulitan ekonomi.

Tapi 'The life must go on.' Heni berusaha bangkit dari keterpurukan.

Hobi Kuliner Membawa Sukses
 
Ketika bingung mempertahankan hidup, Heni kemudian terinspirasi dengan hobi istri memasak makanan enak-enak. "Kenapa masakanmu nggak dibisniskan aja, ya Ma?" gumam Heni, saat itu.

Pasangan ini kemudian membuka usaha warung nasi kecil-kecilan. Karena masakannya enak, jumlah pelanggan bertumbuh cepat. Tak hanya makan di tempat, banyak yang minta dibungkuskan untuk dibawa ke kantor atau rumah.

Dari mulut ke mulut, lezatnya masakan istri Heni pun cepat jadi buah bibir. Kondisi kota Cilegon yang dikepung pabrik dan sentra-sentra industri sangat mendukung usaha Heni.

Satu-persatu perusahaan yang bermarkas di sekitar kediamannya berebut meminta langganan catering untuk memenuhi kebutuhan sarapan, makan siang hingga makan malam ratusan karyawan mereka.

Singkat cerita, kini Heni dan istri lewat bendera Al Mukarommah Catering meladeni catering untuk sembilan perusahaan berskala besar dan menengah di Cilegon dan sekitarnya.

Dari sembilan itu, empat di antaranya perusahaan berskala besar dengan jumlah karyawan ratusan bahkan ribuan. Antara laian PT Nestle, Kimia Nusantara, Sankyu dan Gajah Tunggal.

Masuk akal kalau omzet usaha Heni berkembang cepat dan mencetak angka ratusan juta rupiah tiap bulan. Apalagi lelaki yang melewatkan masa SMA-nya di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo ini membuka catering Al Mukarommah kawasan sekitar Banten, yakni Cikupa, Bojonegara, Anyer, selain di markas utama di Cilegon.

Di markas utamanya saja, usaha Heni didukung empat armada pengangkut catering. Yakni dua mobil box, satu pick up dan satu mobil Grand Max. Tapi sang istri menolak bila disebut pengusaha kuliner, meski sudah mempekerjakan 45 karyawan.

"Ah, masih kecil-kecilan. kalau karyawannya sudah sampai ribuan, itu baru pengusaha. Baru layak masuk majalah atau koran, " sahut  Lilik Afifah, merendah.  

Hindari Persaingan Tak Sehat

Namanya bsnis tentu tak terhindar dari persaingan. Tapi landasan agama yang kuat membuat pasangan ini bertahan dan menghindar dari persaingan tak sehat.

Tapi karena cenderung bermain lurus-lurus, bisnis catering Al Mukarommah terkadang mengalami cobaan aneh-aneh. Contohnya, bisnis Heni kena iseng ulah mistis pesaingnya.

Banten yang terkenal dengan hal-hal berbau supranatural. mewarnai bisnis keluarga yang taat beribadah ini. Misalnya, entah sudah berapa kali Heni merasakan pengalaman aneh.

Tiba-tiba nasi untuk catering yang baru saja dimasak itu basi! Ini tak sekali saja, tapi berkali-kali. Terpaksa Heni dan anak buahnya menanak nasi lagi untuk mengejar waktu pengiriman makan siang untuk ratusan karyawan perusahaan tertentu.

Heni juga tak luput dari suka-duka dikomplain pelanggan. Misalnya ada yang mengeluhkan nasinya terlalu keras, tapi ada juga yang meminta nasi jangan terlalu lembek, sayur kurang asin dan sebaliknya.

"Saya tak terlalu peduli kalau keluhannya menyangkut selera. Orang kan ada yang suka nasi lembek dan sebaliknya. Bagaimana bisa menuruti satu persatu selera?" tuturnya.

Heni dan Lilik baru menunjukkan rasa kepedulian tinggi kalau keluhannya sudah sangat mengganggu kenyamanan pelanggan. Misalnya keterlambatan pengiriman atau ada komponen menu yang berkurang dari biasanya, karena kesalahan teknis. Anehnya, kenaikan harga kebutuhan pokok yang begitu cepat tak otomatis membuat pasangan ini bisa menaikkan tarif catering.

"Sembako naik, ya risiko. Kami tak bisa otomatis dikit-dikit naikkin harga. Yang penting masih mendapat margin keuntungan dan pelanggan tak lari ke tempat lain, itu kami sudah senang," imbuh usahawan yabg mengaku tak pernah menghitung detil berapa keuntungan bisnisnya itu. (Agung Budi Santoso)

Baca Artikel Menarik Lainnya

  • Alleira Kenalkan Batik Etnik Modern di Berlin Fashion Event 2012 2 jam lalu
  • Mas Haryo Cakra: 12-12-12 Angka Sial Hati-hatilah 2 jam lalu
  • Major Minor Ekspansi ke Harvey Nichols London 2 jam lalu
  • Foto Artis dan Selebriti

    Foto-foto Syahrini Motif Macan 2 jam lalu
  • Dua Pemuda Ini Berprestasi di Kontes Pria Internasional 5 jam lalu
  • Tas Anyaman Rotan Cantik Ini Bisa Jadi Tambahan Koleksi 7 jam lalu
  • Terlalu Sering Membersihkan Wajah Picu Jerawat 7 jam lalu
  • Cermat Memilih Sofa Berikan Kenyamanan di Rumah 8 jam lalu
  • Pisang Molen Ini Tampil Beda 8 jam lalu
  • Lagi Heboh, Paket Liburan Bertarif Khusus Plus Ditemani Wanita Cantik Seksi Senin, 10 Desember 2012
  • Seni Budaya

    Mau Tahu Asal-usul Angklung? Datangi Pameran Budaya Ini Minggu, 9 Desember 2012
  • Tips Sukses dari Helmi Yahya: Jadikan PNS Sebagai Cita-cita Sampingan Minggu, 9 Desember 2012

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 01.11  

0 komentar:

Poskan Komentar