“Modal Dengkul Saja Bisa Hasilkan Omzet Rp 50 Juta - Kaltim Post”

Jumat, 16 November 2012

“Modal Dengkul Saja Bisa Hasilkan Omzet Rp 50 Juta - Kaltim Post”


Modal Dengkul Saja Bisa Hasilkan Omzet Rp 50 Juta - Kaltim Post

Posted: 15 Nov 2012 08:01 PM PST

Modal untuk membangun sebuah usaha tak harus dana. Misalnya yang dilakukan Ardylas Yanunda Putra. Pria ini membangun kerajaan bisnisnya yang dimulai hanya bermodal "dengkul".


FACHRIZAL MULIAWAN, Samarinda


PRIA kelahiran Balikpapan 31 Oktober 1990 ini awalnya hanya tertarik dalam dunia desain grafis hanya sebagai tambahan skill saja. "Saya mulai tertarik pada 2009 lalu. Ketika itu seorang kawan sedang membuat banner sebuah acara musik di Samarinda," kata Dylas, sapaan akrab pria ini.


Tidak pernah tebersit dalam pikirannya bidang yang ia geluti karena iseng bisa menghasilkan keuntungan. Jiwa usahanya tumbuh saat melihat dua teman sekelasnya di kampus membuat bisnis kecil-kecilan. Bisnis yang kawannya geluti adalah menjual foto untuk tugas.

"Saat itu, tepatnya semester 4 di kampus ada mata kuliah fotografi. Memang dua orang itu jiwa bisnisnya udah bawaan lahir. Tugas saja bisa jadi duit," kenang Dylas.


Dua kawannya adalah Rizal Rachman dan Fachri, keduanya mendapat untung yang lumayan dari bisnis mereka. Karena memang waktu itu, kebanyakan teman-teman di kelasnya hanya segelintir yang memiliki kamera DSLR.


Melihat dua skill kedua kawannya, ia mengajak keduanya temannya itu untuk membuat bisnis yang berhubungan dengan dunia rekam cahaya tersebut. "Mereka iya-iya saja saat diajak, padahal saya masih belum ada konsep untuk bisnis kami nanti. Yah, modal dengkul aja," ucapnya.


Saat itu, Dylas bersama dua kawannya memulai usaha hanya bermodalkan skill yang dimiliki masing-masing, dan kaki yang menuntun mereka kemana. Dengan konsep yang belum pasti, Dylas sudah memikirkan sebuah nama untuk bisnisnya. Setelah berbagai pertimbangan dan sebagainya, "KLIK ART" menjadi nama pilihannya.


Tak mau sepaham dengan perkataan Shakespeare, "Apalah arti sebuah nama". Dylas benar-benar memikirkan arti nama tersebut. Ia menggunakan kata "klik", karena kata itu perlambang saat menekan tombol kamera. "Semua alat yang mereka gunakan dalam menjalankan usahanya, semua memerlukan menekan tombol, kamera dan komputer keduanya menggunakan tombol," jelas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmul ini.


KLIK ART resmi berdiri pada 11 Oktober 2010. Pada saat itu, KLIK ART hanya berkutat pada dunia fotografi. "Agak konyol sebenarnya, saya yang mengajak mereka, namun, saya tidak mengerti tentang foto," ucap Dylas terkekeh.


Akhirnya, tak mau "makan gaji buta" ia membuat promo. Setiap pelanggan akan dibuatkan vektor (lukisan menggunakan desain grafis)  wajah pelanggan sebagai bonus. Saat itu pendapatan cukup lumayan. Setiap bulannya Dylas dapat mendapatkan omzet sebesar Rp 15 juta. Setelah dipotong biaya produksi, uang yang meluncur ke kantongnya saat itu sekitar Rp 7,5 juta.


Merasa tak puas, hanya dengan order foto saja. Dylas berencana merekrut beberapa kawannya lagi. "Saya merekrut mereka, karena saya mempunyai konsep "one stop creative business"," jelasnya. Karena memang bisnis yang ia geluti berkecimpung pada bisnis kreatif.


Saat itu, ia merekrut Qatam sebagai videografer, Rifki sebagai fotografer pengganti Fachri yang saat itu mempunyai pekerjaan lain, Rindra sebagai konseptor (spesialis ide kreatif), dan terakhir ia merekrut Reza sebagai desainer.


Dengan formasi itu, KLIK ART menjadi bisnis kreatif sepenuhnya. Mereka tak lagi hanya menerima orderan foto. Mereka juga membuat buku tahunan, profil perusahaan, iklan televisi, desain web, dan masih banyak lagi.


Dengan slogan "Do everything what you ask" mereka siap mewujudkan mimpi pelanggan mereka. Pelanggan mereka tidak hanya datang dari perorangan, beberapa perusahaan besar telah menggunakan jasa pemuda kreatif ini. Sebut saja, PT PERTAMINA, Mitsubishi, dan beberapa kabupaten di Kaltim telah mempercayakan proyek company profile mereka pada enam pemuda ini.


Kendala terbesar dari usahanya adalah kebanyakan dari mereka yang masih berkuliah jadi masih agak sulit membagi waktunya. Namun, tidak menjadi halangan mereka terus mencurahkan kreativitas mereka.


Keuntungan bersih untuk saat ini tiap bulannya tak kurang dari Rp 35 juta meluncur ke kantongnya dengan omzet rata-rata Rp 50 juta. Demi berjalannya usahanya, Dylas rela kuliahnya sedikit keteteran "Memang harus ada yang dikorbankan," ucap pemuda jenaka ini. Sekarang, pria yang hobinya bersepeda ini optimistis mengejar kuliahnya. Terlebih saat Rizal, baru saja menyelesaikan pendadaran skripsinya Rabu, (14/11) kemarin.


Rizal yang saat itu tiba-tiba datang langsung menyanggah "Paling cuma seminggu semangantnya," goda Rizal.

Walau sudah berdiri cukup lama, baru setengah tahun terakhir KLIK ART mempunyai tempat usaha yang tetap. Sebelumnya mereka hanya membagikan kartu nama dan masih nomaden. "Baru kepikiran awal tahun ini membuat tempat permanen," jelasnya. Sekarang,  mereka telah bermarkas tetap di Jalan Pramuka 5A No. 155.


Saat ditanya media ini mengenai rencana ke depan KLIK ART, Dylas menjawab, "Saya mau KLIK ART, bisa besar seperti google.inc" harapnya. Dylas memang ingin membuat KLIK ART seperti perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu. "Karyawan kreatif, harus dipimpin secara kreatif juga," ucapnya. Memang selama ini dalam bisnisnya tidak ada atasan dan bawahan, semua bekerja bersama-sama dan hasilnya dinikmati bersama-sama.

"Berikan saya lima pemuda, dan saya akan mengguncang dunia walau sedikit," candanya saat memparodikan ucapan Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno. (lhl/k1)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 01.50  

0 komentar:

Poskan Komentar