“LEBARAN 2012: Jasa Penitipan Barang Kebanjiran Permintaan - Bisnis Indonesia”

Selasa, 21 Agustus 2012

“LEBARAN 2012: Jasa Penitipan Barang Kebanjiran Permintaan - Bisnis Indonesia”


LEBARAN 2012: Jasa Penitipan Barang Kebanjiran Permintaan - Bisnis Indonesia

Posted: 20 Aug 2012 09:25 PM PDT

JAKARTA: Momen Idul Fitri seringkali membawa keuntungan bagi para penyedia jasa penitipan di tempat-tempat umum.

Seperti yang dialami oleh Nur dan Tulus, petugas tempat usaha penitipan barang di Stasiun Gambir. Meningkatnya penumpang kereta api di momen Lebaran membuat omzet usaha mereka naik dibandingkan hari-hari biasa.

"Omzet saat hari Lebaran meningkat. Memang sih naiknya tidak terlalu besar, sekitar 10%," sebut Nur kepada Bisnis, Selasa (21/8). Menurutnya, omzet usaha penitipan pada hari-hari biasa rata-rata Rp600.000, sehingga pada Lebaran jumlah itu tentunya lebih tinggi.

Meskipun tidak melonjak drastis, tapi kenaikan itu cukup membuat mereka kewalahan. Jika biasanya barang-barang yang dititipkan bisa dimasukkan dalam 18 loker yang tersedia, saat Lebaran ini banyak barang yang tidak kebagian loker dan terpaksa disimpan di sudut-sudut ruangan yang masih muat.

Nur menyebutkan mereka yang menitipkan barang sebagian besar adalah penumpang kereta api. "Tapi ada juga yang sengaja ke sini untuk menitipkan barang, misalnya yang mau jalan-jalan dan kebetulan ada di dekat Gambir," ungkapnya.

Barang yang dititipkan mayoritas berupa tas, travelling bag, dan oleh-oleh. Lama penitipan berkisar beberapa jam hingga 2 minggu. Namun, ada pula yang menyimpan barangnya hingga sebulan.

Tulus, yang sudah bekerja di tempat itu selama 3 tahun, menuturkan jika tidak ada konfirmasi dari si penitip dalam 10 hari, barang yang dititipkan akan dipindahkan ke gudang. Kalau sampai sebulan tidak kunjung diambil, maka barang tersebut akan dibuang.

Di hari ketiga Lebaran ini, Nur dan Tulus mengaku jumlah penitipan sudah mendekati jumlah normal pada hari biasa. "Sekarang sih sudah mulai turun lagi, soalnya yang mudik sudah berkurang. Yang rame banget 2 hari kemarin," ujar Nur.

Berlokasi di dekat pintu selatan, tempat penitipan barang seperti yang dijaga oleh Nur dan Tulus ternyata memang dibutuhkan oleh banyak orang.

Nana adalah salah satunya. Ibu rumah tangga ini menitipkan lima travelling bag besar dan beberapa tas plastik bawaan keluarganya di tempat itu.

"Kami mau pulang ke Yogyakarta, dan kebagian tiket sore. Daripada dibawa-bawa lebih baik dititipkan dulu di sini, jadi kami bisa keliling-keliling dulu sekitar sini," paparnya.

Syarat menitipkan barang juga tidak merepotkan. Cukup mengisi formulir penitipan, menyertakan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Tarif penitipan juga tidak mahal. Penitip dikenakan Rp1.000/jam untuk satu barang. Jika menggunakan loker, harganya Rp5.000/jam. Kalau hendak menitipkan barang selama sehari semalam, tarifnya Rp15.000/24 jam.

Penitipan barang ini juga melayani mereka yang baterai handphone-nya menipis, dengan mengenakan harga Rp100/menit. Tempat penitipan ini buka sejak pukul 5 pagi hingga 9 malam. (bpj)
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 01.34  

0 komentar:

Poskan Komentar