“Kembangkan Bisnis Ikan Hias, KKP Perkuat Pola Kemitraan”

Sabtu, 16 Juni 2012

“Kembangkan Bisnis Ikan Hias, KKP Perkuat Pola Kemitraan”


Kembangkan Bisnis Ikan Hias, KKP Perkuat Pola Kemitraan

Posted: 16 Jun 2012 12:57 AM PDT

     Jakarta, 16/6 (ANTARA) - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya membangun dan menciptakan iklim usaha pengembangan ikan hias nasional yang dilakukan melalui pendekatan penguatan sistem akuabisnis. Untuk itu, KKP akan memulai pendekatan dari sektor hulu yang meliputi teknologi produksi, sarana dan prasarana hingga hilir yakni pemasaran menuju industrialisasi perikanan. Di samping itu, KKP akan mengintegrasikan pola-pola kemitraan yang sehat antara pengusaha (swasta) dan masyarakat. Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo saat membuka acara Rinyukai Indonesia SuperKoi Show di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (16/6).

     Dikatakannya, dalam mewujudkan industrialisasi komoditas ikan hias para pemangku kepentingan (stakeholder) dan asosiasi ikan hias dari hulu ke hilir dapat bersinergi guna meningkatkan daya saing produk ikan hias. Ia menekankan pentingnya, efisiensi sistem produksi, nilai tambah maupun peningkatan produktivitas dengan harga yang kompetitif serta berdaya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun di pasar global sehingga ikan hias yang dihasilkan dapat memenuhi kualitas dan kuantitas. KKP secara terus menerus bersama Dewan Ikan Hias Indonesia dan Komisi Ikan Hias Indonesia serta seluruh asosiasi ikan hias Indonesia secara kontinyu melakukan upaya-upaya dalam mendorong pengembangan bisnis koi nasional melalui rekayasa teknologi, memfasilitasi dukungan permodalan dari perbankan dan upaya promosi melalui kontes, pameran, bursa, perluasan akses pasar serta mengedukasi masyarakat dalam mengembangkan koi secara benar dan baik, sehingga koi Indonesia dapat menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.
            
     Sharif memandang bahwa, Asosiasi Ikan Hias Indonesia merupakan mitra strategis dalam mengembangkan ikan nasional. Selain itu, Asosiasi ikan hias dinilai dapat menjadi fasilitator guna memecahkan permasalahan yang ada. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan melalui penerapan dengan tiga strategi, yakni meningkatkan produksi dan mutu ikan hias sesuai standard yang diberlakukan pasar internasional. Kedua, mengembangkan produk (product development) dari ikan hias bernilai rendah (low value products) ke ikan hias bernilai jual tinggi (high value products). Terakhir, memperkuat dan mengembangkan akses pemasaran ikan hias baik untuk pasar domestik maupun internasional melalui peningkatan daya saing produk ikan koi.

     Salah satu upaya pengembangan Koi tersebut melalui penyelenggaraan Event Rinyukai Indonesia Super KOI Show Tahun 2012. Menurut Sharif, Event Koi internasional dapat memicu dalam menciptakan branding ikan hias Indonesia di dunia internasional. Selain itu tentunya, dapat mendukung perluasan akses pemasaran komoditas ikan hias khususnya ikan koi  di pasar domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan industrialisasi ikan hias. Saat ini perkembangan bisnis produk perikanan non konsumsi di Indonesia, khususnya komoditas ikan hias mengalami perkembangan yang cukup pesat di samping memiliki prospek yang menjanjikan secara ekonomi. sebagai salah satu media untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, serta pemasaran Ikan Hias di Indonesia dan pasar luar negeri. "seiring dengan dilaksanakannya promosi dan lomba-lomba tingkat nasional diharapkan dapat mempengaruhi harga jual koi serta dapat menggairahkan pasar koi nasional," tambahnya.

     KKP menginginkan citra positif dari koi Indonesia tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga industri koi nasional dapat menjadi penghela dari kebangkitan industri ikan hias nasional. Sharif menuturkan, koi Indonesia di kancah internasional sudah dikenal secara luas karena koi-koi terbaik di dunia yang merupakan juara-juara di show internasional terdapat di Indonesia. Sementara berdasarkan data KKP pada 2012, trend volume ekspor ikan hias telah mencapai peningkatan hingga 11,56 persen. Sedangkan, data yang terakumulasi sejak 2007 hingga 2011 lalu itu nilai ekspor ikan hias sudah mencapai peningkatan sebesar 23,36 persen pada periode yang sama. Hal tersebut tidak terlepas dari keberadaan lima negara pengimpor ikan hias dari Indonesia. Kelimanya adalah Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia dan China yang mampu menyumbang devisa dari ikan hias dalam lima tahun terakhir mencapai 7.660.253 dollar Amerika atau setara dengan Rp 70,4 miliar. Oleh karena itu, Sharif semakin optimis dalam mengembangkan ikan hias Indonesia. Sentra produksi ikan hias tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Sedangkan  untuk ikan Koi, sentra produksi di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

     Rencananya, acara tersebut akan digelar di JHCC pada tanggal 15-17 Juni 2012, Super Koi Show Rinyukai Indonesia, dicanangkan akan diikuti oleh sekitar 2 ribu peserta dari manca negara dan menggunakan standar internasional. Dari Jepang sudah dipastikan kehadiran 25 juri internasional. Sebagai informasi, Rinyukai (Zen Nihon Rinyukai) adalah salah satu klub koi tertua di Jepang. Berdiri pada tahun 1964 dan telah mengadakan 42 kali show internasional. Untuk pertama kali dalam sejarah, Rinyukai mengembangkan jaringan ke luar Jepang dengan memilih Indonesia sebagai pelaksanaan show. Rinyukai Indonesia secara resmi terbentuk tanggal 6 Januari 2012 dengan mendapatkan penunjukan langsung dari Shigekatsu Takahashi, Honorary Chairman of Rinyukai Jepang.

     Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP.0818159705)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 01.29  

0 komentar:

Poskan Komentar