“BISNIS WARALABA optimistis tetap tumbuh”

Minggu, 17 Juni 2012

“BISNIS WARALABA optimistis tetap tumbuh”


BISNIS WARALABA optimistis tetap tumbuh

Posted: 17 Jun 2012 12:46 AM PDT

JAKARTA: Pewaralaba optimistis kuatnya daya beli masyarakat domestik tetap menopang pertumbuhan industri di tengah krisis Eropa saat ini.

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengatakan kondisi ekonomi global sedikit mempengaruhi pertumbuhan waralaba dalam negeri.

"Imbasnya pasti ada, hanya saja tidak begitu besar. Kami prediksikan pertumbuhan omzet akan sedikit melambat," katanya kepada Bisnis, Jumat (15/6).

Amir mengatakan industri waralaba sudah memiliki pengalaman saat krisis finansial global menghantam pada 2008. Pada saat itu, lanjutnya, banyak waralaba yang kuat bertahan, bahkan tetap mampu mengembangkan usaha.

Menurut dia, pengalaman bertahan di tengah krisis itu membuat waralaba memiliki imun terhadap gangguan dari luar negeri.

"Waralaba akan sangat terganggu apabila harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik naik," ujarnya.

Amir mengatakan prospek usaha waralaba di dalam negeri masih cukup cerah, terlihat dari ekspansi pelaku usaha dan besarnya minat pemodal asing membeli waralaba Indonesia.

Berdasarkan catatan Kadin, pelaku usaha antara lain di Belanda dan Korea mengaku tertarik terhadap waralaba Indonesia.

"Banyak pemodal asing yang sudah menghubungi kami untuk menanyakan waralaba mana saja yang bagus. Sebagian investor tertarik terhadap waralaba dengan jenis usaha kuliner," paparnya.

Asosiasi Franchise Indonesia serta Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia memprediksi omzet waralaba bisa menencapai Rp160 triliun.

Kedua asosiasi itu optimistis bisnis waralaba akan terap cerah ditopang dengan kuatnya daya beli dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah.

Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, setuju jika  konsumsi domestik, terutama masyarakat kelas menengah masih cukup kuat saat ini.

"Tapi kita harus mewaspadai, karena kekuatan konsumsi domestik kemungkinan ada batasnya," ujarnya.

Anang mengatakan sektor waralaba di Indonesia masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun. Bahkan, lanjutnya, pemodal asing terlihat masih cukup antusias membuka bisnis waralaba di Indonesia.

Menurut dia, krisis Eropa membuat pemodal mengincar negara-negara Asia untuk berinvestasi, seperti di India, China, dan Indonesia.

"Kami perkirakan investasi asing untuk bisnis waralaba masih akan terjadi pada semester II/2012," ujarnya.

Anang mengatakan derasnya arus investasi asing ke dalam negeri merupakan hal wajar, apalagi perekonomian Indonesia yang dianggap kuat.

Dia mengatakan derasnya investasi asing yang masuk secara otomatis menjadi tantangan bagi pelaku usaha lokal.

"Kami melihat belum banyak waralaba lokal yang berkembang baik. Malah, masih lebih bagus business opportunity atau BO," katanya.

Namun begitu, Anang masih meragukan daya tahan BO lokal di tengah ketatnya persaingan di pasar.(18/Bsi)

ARTIKEL MENARIK LAINNYA >>>

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 01.09  

0 komentar:

Poskan Komentar