“Pelaku UMKM Pertanyakan Etika Bisnis UGM - Radar Jogja”

Kamis, 31 Mei 2012

“Pelaku UMKM Pertanyakan Etika Bisnis UGM - Radar Jogja”


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Pelaku UMKM Pertanyakan Etika Bisnis UGM - Radar Jogja

Posted: 30 May 2012 09:38 PM PDT

Pelaku UMKM Pertanyakan Etika Bisnis UGM

JOGJA- Perlindungan dan keberpihakan terhadap  karya inovatif hasil kreasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih lemah. Bahkan kasus-kasus penjiplakan terhadap produk inovasi ini makin marak terjadi dan memunculkan persaingan bisnis yang tidak sehat.
Persoalan ini pula yang dialami produsen Ayam Ungkep Aseli Jogja Siti Rohmani. Pihaknya merasa dirugikan dengan munculnya inovasi produk serupa yang dibuat oleh Gama Myosin Fakultas Peternakan UGM dengan nama produk Gama Ayam Ungkep. Produk ini dijual di Plaza Agro Gadjah Mada dan diklaim sebagai produk inovasi dari Fakultas Peternakan UGM.
''Inilah yang kami pertanyakan. Mengingat kami merupakan suplier produk di Plaza Agro Gadjah Mada. Bahkan sebelum ada produk Gama Ayam Ungkep, pihak UGM pernah mengajak kerjasama produksi ayam ungkep,'' kata Siti Rohmani kemarin (30/5). Dan yang mengagetkan, kemasan, konsep dan product knowledge yang tercantum di kemasan merupakan duplikasi produk Ayam Ungkep Aseli Jogja.
''Tawaran kerjasama itu disampaikan langsung Wakil Dekan III Fakultas Peternakan UGM, Edi Suryanto yang datang langsung ke warung kami di Jalan Jambon 46, Kragilan, Sinduadi, Mlati, Sleman. Pihaknya juga dijanjikan juga oleh Manajer Plaza Agro Gadjah Mada Bambang Guntoro, yang saat itu menindaklanjuti pembicaraan sebelumnya, dengan menanyakan kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan untuk merealisasikan.
''Ketika itu kami disuruh menunggu untuk tindaklanjutnya. Dan Pak Bambang berjanji akan menghubungi kami," terangnya. Namun, kepastian kerjasama tak kunjung datang. Justeru yang terjadi muncul produk ayam ungkep yang diberi nama "Gama Ayam Ungkep" yang diproduksi Gama Myosin Fakultas Peternakan UGM.
Merasa dirugikan, Siti meminta klarifikasi kepada Fakultas Peternakan UGM. Dia menyadari bahwa Undang-Undang tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tidak dapat melindungi sebuah karya menyangkut inovasi suatu produk tertentu. Melainkan hanya sebatas merk dagang. Dia juga menyadari kalau produknya mudah ditiru dan tidak ada perlindungan hukumnya. ''Yang kami sesalkan, ini dilakukan oleh  sebuah institusi pendidikan  ternama di Indonesia,''tegasnya.
Dia berharap segera mendapatkan klarifikasi yang jelas dari UGM. Harapannya agar masyarakat juga memahami pentingnya penegakan etika bisnis. Serta untuk menjaga persaingan yang sehat dan menumbuhkan komitmen bersama tentang keberpihakan terhadap UMKM.

Ayam Ungkep Aseli Jogja sendiri, telah didaftarkan merk dagangnya dengan inisial "AU" dengan nomor pendaftaran D 002011052278 di Dirjen HAKI Jakarta. Selain itu memiliki SIUP Nomor : 503/0223/Mkr/VII/2011 dan Tanda Daftar Industri (TDI) Nomor: 503/061/059/B/P/VI/2011, Izin Gangguan Nomor : 503/15157/HO/2011, Izin Dinkes (SP-IRT) Nomor : 303340401876 serta sertifikat halal dari MUI nomor : 121 60002331211.(bhn/din)

Diposkan oleh iwan di 01.13  

0 komentar:

Poskan Komentar